Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) dalam seluruh kegiatan Perseroan adalah suatu hal yang sangat penting.

Pelaksanaan seluruh kegiatan Perseroan senantiasa selaras dengan prinsip-prinsip GCG yaitu keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian serta kesetaraan & kewajaran.

Transparency (Keterbukaan)

Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai Perusahaan, yang mudah diakses oleh Pemangku Kepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan serta standar, prinsip dan praktek penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.

Accountability (Akuntabilitas)

Kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban Organ Perusahaan sehingga kinerja Perusahaan dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif dan efisien.

Responsibility (Pertanggungjawaban)

Kesesuaian pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip dan praktek penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat

Independency (Kemandirian)

Keadaan Perusahaan yang dikelola secara mandiri dan professional serta bebas dari Benturan Kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip dan praktek penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat

Fairness (Kesetaraan dan Kewajaran)

Kesetaraan, keseimbangan dan keadilan di dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip dan praktek penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.

Dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan setiap karyawan wajib mengetahui, memahami serta menjalankan ketentuan yang berlaku di Perseroan sehingga akan meningkatkan integritas setiap karyawan.

Kebijakan yang dilakukan Perseroan dalam melaksanakan budaya GCG antara lain adalah melarang karyawan untuk menerima imbalan dalam bentuk apapun dari nasabah serta memberikan pemberitahuan dan meminta pernyataan kepada calon nasabah untuk tidak memberikan hadiah dalam bentuk apapun kepada karyawan

Struktur tata kelola perusahaan terdiri dari Organ Perusahaan yaitu: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Organ Perusahaan tersebut menjalankan fungsi masing-masing dalam pelaksanaan GCG. Fungsi dari Organ Perusahaan dijalankan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perusahaan dan ketentuan lainnya yang didasari prinsip bahwa setiap organ mempunyai kemandirian dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perseroan.